Pelajari cara mengerjakan salat Tahajud dan Witir menurut Sunnah, termasuk metode yang benar, jumlah rakaat, waktu terbaik untuk mengerjakan, dan hadits-hadits shahih.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya.
Ringkasan: Sunnah dalam mengerjakan salat Tahajud dan Witir adalah mengerjakan salat sunah malam dua rakaat sekali salam, kemudian diakhiri dengan salat Witir satu rakaat. Tahajud dikerjakan sebelum Witir, Witir menjadi salat terakhir di malam hari, dan keduanya harus diselesaikan sebelum azan Subuh.
1. Apa itu Qiyamul Lail?
Qiyamul Lail berarti menghabiskan sebagian malam dengan ibadah seperti salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, dan amal saleh lainnya. Tidak harus menghabiskan seluruh malam dalam ibadah; bahkan sebagian kecil malam sudah dianggap sebagai Qiyamul Lail.
2. Apa itu Salat Tahajud?
Salat Tahajud adalah salat sunah yang dikerjakan pada malam hari setelah salat Isya. Sebagian ulama mendefinisikan Tahajud sebagai salat malam yang dikerjakan setelah tidur, sedangkan mayoritas ulama menggunakan istilah ini untuk setiap salat sunah yang dikerjakan pada malam hari.
3. Cara mengerjakan salat Tahajud
Sunnahnya adalah mengerjakan salat dua rakaat sekali salam, mengakhiri setiap dua rakaat dengan taslim (mengucapkan As-salamu 'alaykum wa rahmatullah).
Ibnu 'Umar (رضي الله عنهما) meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang salat malam. Beliau bersabda:
"Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang di antara kamu khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendaklah ia salat satu rakaat, yang akan menjadikan salat yang telah dikerjakannya menjadi ganjil."
Shahih al-Bukhari, 990; Shahih Muslim, 749
Anda dapat mengerjakan sebanyak mungkin dua rakaat sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan. Tidak ada batas maksimal yang ditetapkan dalam Sunnah.
4. Cara mengerjakan salat Witir
Setelah menyelesaikan salat Tahajud, akhiri salat malam Anda dengan salat Witir. Bentuk Witir yang paling sederhana adalah satu rakaat, meskipun tiga, lima, tujuh, atau lebih rakaat dengan jumlah ganjil juga diriwayatkan secara shahih.
Nabi ﷺ bersabda:
"Jadikanlah akhir salat malam kalian adalah salat Witir."
Shahih al-Bukhari, 998; Shahih Muslim, 751
5. Jangan menunda Witir hingga setelah Subuh masuk
Baik salat Tahajud maupun Witir harus diselesaikan sebelum azan Subuh. Setelah fajar shadiq (waktu Subuh) dimulai, waktu Witir telah berakhir.
Imam An-Nawawi (رحمه الله) berkata:
"Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa Sunnah adalah menjadikan Witir sebagai salat terakhir di malam hari dan bahwa waktunya berakhir dengan terbitnya fajar. Ini adalah pendapat mayoritas ulama."
Syarh Shahih Muslim, 6/30–32
6. Kapan waktu terbaik untuk mengerjakan salat Tahajud?
Salat malam boleh dikerjakan kapan saja setelah salat Isya hingga azan Subuh. Namun, waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, ketika Allah ﷻ turun ke langit dunia dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.
Jabir (رضي الله عنه) meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barangsiapa khawatir tidak akan bangun di akhir malam, maka hendaklah ia salat Witir di awal malam. Barangsiapa yakin akan bangun di akhir malam, maka hendaklah ia salat Witir di akhir malam, karena salat di akhir malam itu disaksikan (oleh malaikat), dan itu lebih baik."
Shahih Muslim, 755
7. Bolehkah salat setelah Witir?
Jika Anda telah mengerjakan salat Witir di awal malam dan kemudian terbangun untuk salat Tahajud, Anda boleh mengerjakan salat dua rakaat sekali salam sebanyak yang Anda inginkan, tetapi Anda tidak boleh mengulangi salat Witir, karena tidak boleh ada dua salat Witir dalam satu malam.
Nabi ﷺ bersabda:
"Tidak ada dua salat Witir dalam satu malam."
Sunan Abu Dawud, 1439; Jami' at-Tirmidzi, 470 (shahih)
Kesimpulan
Salat Tahajud adalah salah satu ibadah sunah yang paling utama. Kerjakanlah dua rakaat sekali salam setelah Isya dan sebelum Subuh, kemudian akhiri salat malam Anda dengan salat Witir. Jika Anda berharap dapat bangun di sepertiga malam terakhir, menunda Witir hingga saat itu lebih baik. Jika Anda khawatir tidak akan bangun, kerjakanlah salat Witir sebelum tidur. Jangan pernah mengerjakan dua salat Witir dalam satu malam.
Dan Allah lebih mengetahui.
Baca jawaban dalam: English | Arabic | Bangla | Urdu | Hindi | Indonesian | Turkish | French | Spanish | Swahili