Pelajari makna tauhid dalam Islam, tiga kategorinya—Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat—dengan dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya.
Tauhid adalah prinsip paling fundamental dalam Islam. Tauhid adalah fondasi di mana seluruh agama dibangun, dan tujuan Allah menciptakan manusia serta mengutus semua rasul.
Tanpa tauhid, tidak ada amal yang diterima, dan tidak ada ibadah yang bernilai. Tauhid adalah inti dari syahadat: "La ilaha illa Allah" (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah).
Apa itu tauhid?
Secara bahasa, tauhid berarti menjadikan sesuatu satu, tunggal, atau unik. Dalam penggunaan bahasa Arab, tauhid berarti menegaskan keesaan dan meniadakan sekutu atau yang setara.
Dalam terminologi Islam, tauhid berarti meyakini bahwa Allah itu Esa dan Tunggal dalam zat-Nya, perbuatan-Nya, dan sifat-sifat-Nya, tanpa sekutu, tandingan, atau yang setara dalam bentuk apa pun.
Keyakinan ini ditegaskan dengan jelas dalam Al-Qur'an:
"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa (Ahad). Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia."
Qur'an, Surah Al-Ikhlas 112:1-4
Pentingnya tauhid dalam Islam
Tauhid bukan sekadar keyakinan di antara keyakinan lainnya. Tauhid adalah inti pesan setiap nabi yang diutus oleh Allah. Setiap rasul memulai dakwahnya dengan seruan:
"Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia."
Maknanya diulang dalam Al-Qur'an, misalnya Surah Al-A'raf 7:59
Allah berfirman:
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau, melainkan Kami wahyukan kepadanya: Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku."
Qur'an, Surah Al-Anbiya 21:25
Kategori-kategori tauhid
Para ulama Ahlul Ilmi telah menjelaskan bahwa tauhid terbagi menjadi tiga kategori utama, berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah:
- Tauhid ar-Rububiyah (Keesaan dalam perbuatan Allah)
- Tauhid al-Uluhiyah (Keesaan dalam ibadah)
- Tauhid al-Asma wa as-Sifat (Keesaan dalam nama dan sifat)
1. Tauhid ar-Rububiyah (Keesaan dalam perbuatan Allah)
Ini adalah keyakinan bahwa Allah semata yang menciptakan, memberi rezeki, mengatur alam semesta, dan yang menghidupkan serta mematikan. Tidak ada yang menyekutui-Nya dalam perbuatan rububiyah-Nya.
Bahkan orang-orang kafir Mekah mengakui aspek tauhid ini, sebagaimana Allah sebutkan:
"Dan sungguh jika engkau tanyakan kepada mereka: 'Siapa yang menciptakan langit dan bumi?' niscaya mereka akan menjawab: 'Allah'."
Qur'an, Surah Luqman 31:25
Namun, pengakuan ini saja tidak menjadikan mereka muslim, karena mereka tidak beribadah hanya kepada Allah semata.
2. Tauhid al-Uluhiyah (Keesaan dalam ibadah)
Ini adalah kategori tauhid yang paling penting. Artinya mengarahkan semua bentuk ibadah—seperti salat, doa, kurban, dan tawakal—hanya kepada Allah.
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya."
Qur'an, Surah Al-Isra 17:23
"Maka sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun."
Qur'an, Surah An-Nisa 4:36
Inilah inti dari "La ilaha illa Allah", dan inilah tujuan penciptaan langit dan bumi. Barangsiapa mengarahkan ibadah kepada selain Allah, ia telah melanggar prinsip tauhid ini.
3. Tauhid al-Asma wa as-Sifat (Keesaan dalam nama dan sifat)
Ini berarti menetapkan nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang sempurna yang Allah tetapkan bagi diri-Nya dalam Al-Qur'an dan Sunnah, tanpa menyelewengkan, mengingkari, atau menyerupakan-Nya dengan makhluk.
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Qur'an, Surah Asy-Syura 42:11
Allah itu unik dalam nama dan sifat-Nya. Kita menetapkan apa yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dengan meyakini bahwa kesempurnaan-Nya tidak menyerupai makhluk.
Hubungan antara tauhid dan Islam
Tauhid tidak terpisah dari Islam; bahkan tauhid adalah Islam itu sendiri dalam esensinya. Nabi Muhammad ﷺ menyeru manusia kepada tauhid terlebih dahulu sebelum kewajiban lainnya.
Ketika Nabi Muhammad ﷺ mengutus Mu'adz bin Jabal ke Yaman, beliau bersabda:
"Hendaklah hal pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah tauhidullah."
Shahih al-Bukhari, 7372; Shahih Muslim, 19
Ini menunjukkan bahwa keyakinan yang benar terhadap tauhid adalah fondasi sebelum semua ibadah lainnya.
Mengapa tauhid sangat penting
Tauhid itu penting karena:
- Ia adalah tujuan penciptaan
- Ia adalah pesan semua nabi
- Tanpanya, amal ditolak
- Ia adalah hak Allah yang pertama atas hamba-hamba-Nya
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
"Hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun."
Shahih al-Bukhari, 2856; Shahih Muslim, 30
Kesimpulan
Tauhid adalah fondasi Islam dan kunci kesuksesan di dunia dan akhirat. Tauhid adalah keyakinan bahwa Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam rububiyah-Nya, dan Maha Sempurna dalam nama dan sifat-Nya.
Setiap muslim wajib mempelajari tauhid, mengamalkannya, dan menjaganya dari segala sesuatu yang bertentangan dengannya.
Dan Allah lebih mengetahui.
Baca jawaban dalam: English | Arabic | Bangla | Urdu | Hindi | Indonesian | Turkish | French | Spanish | Swahili
Baca juga jawaban-jawaban nomor: 37