Pelajari 14 rukun salat, maknanya, dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah, serta perbedaan antara rukun dan bagian wajib salat menurut fikih Islam.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya.
Salat adalah rukun Islam terbesar setelah syahadat. Salat adalah koneksi harian antara seorang hamba dengan Tuhannya, dan ia adalah amal pertama yang akan dihisab dari seseorang pada Hari Kiamat.
Karena pentingnya salat, para ulama dengan cermat menjelaskan komponen-komponen esensialnya. Komponen-komponen esensial ini dikenal sebagai rukun-rukun salat. Salat seorang muslim tidak sah tanpanya.
Apa perbedaan antara rukun dan bagian wajib salat?
Rukun adalah bagian esensial dari salat yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun. Baik ditinggalkan dengan sengaja maupun karena lupa, ia harus dikerjakan. Jika terlewat, salat menjadi batal hingga ia ditunaikan.
Adapun bagian wajib salat, yaitu sesuatu yang harus dilakukan, tetapi jika ditinggalkan karena lupa, dapat diganti dengan melakukan sujud sahwi.
Perbedaan ini telah dikenal di kalangan para fuqaha dan disebutkan dalam kitab-kitab fikih seperti "Daleel al-Taalib".
14 rukun Salat
Para ulama menyebutkan bahwa rukun salat ada empat belas. Berikut adalah tindakan-tindakan dan syarat-syarat esensial yang menjadikan salat sah:
1. Berdiri (Qiyam) dalam salat wajib
Bagi yang mampu berdiri. Allah tidak membebani seseorang melampaui kemampuannya.
2. Takbiratul Ihram (Takbir Pembuka)
Mengucapkan "Allahu Akbar" di awal salat.
3. Membaca Surah Al-Fatihah
Ini adalah surat terbesar dalam Al-Qur'an dan diwajibkan di setiap rakaat.
4. Rukuk
Minimalnya adalah membungkuk hingga kedua tangan mencapai lutut, sedangkan kesempurnaannya adalah meluruskan punggung.
5. Bangkit dari rukuk
Kembali ke posisi berdiri setelah membungkuk.
6. Berdiri tegak setelah rukuk
Mencapai ketenangan dan kestabilan penuh dalam keadaan berdiri.
7. Sujud
Meletakkan dahi, hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki di tanah. Ini adalah posisi paling rendah hati dalam salat.
8. Bangkit dari sujud
Bergerak dari sujud ke posisi duduk.
9. Duduk di antara dua sujud
Duduk dengan tenang di antara dua sujud.
10. Tuma'ninah (ketenangan)
Melakukan setiap rukun dengan tenang dan khusyuk tanpa terburu-buru.
11. Tasyahhud akhir
Membaca kesaksian iman terakhir dalam duduk terakhir.
12. Duduk untuk tasyahhud akhir
Tetap duduk saat membacanya.
13. Dua salam
Mengucapkan: "As-salaamu 'alaykum wa rahmatullah" ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri salat.
14. Tertib (urutan)
Melakukan semua rukun dalam urutan yang benar sebagaimana diajarkan dalam Sunnah.
Dalil atas kewajiban rukun salat
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.”
Qur'an, Surah Al-Mu'minun 23:1-2
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.”
Shahih al-Bukhari, 631
Hadits ini merupakan fondasi dalam memahami semua hukum salat, karena para sahabat belajar salat langsung dari Rasulullah ﷺ dan menukilkannya dengan tepat.
Pentingnya Al-Fatihah dalam Salat
Membaca Al-Fatihah adalah salah satu rukun terbesar. Tanpanya, salat tidak sah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada salat bagi orang yang tidak membaca Pembukaan Kitab (Al-Fatihah).”
Shahih al-Bukhari, 756; Shahih Muslim, 394
Apa yang terjadi jika rukun ditinggalkan?
Jika seseorang meninggalkan rukun dengan sengaja, salatnya batal. Jika ia meninggalkannya karena lupa, ia harus kembali dan menyempurnakannya. Jika ia telah melampaui posisinya, ia harus memperbaiki urutannya dan kemudian menyelesaikan salatnya.
Hal ini karena rukun adalah fondasi salat, dan fondasi tidak dapat digantikan dengan kompensasi lupa.
Bagian-bagian wajib salat (Wajibat)
Selain rukun, ada bagian-bagian wajib dalam salat. Di antaranya:
- Semua takbir selain takbiratul ihram
- Mengucapkan “Sami’a Allahu liman hamidah”
- Mengucapkan “Rabbana wa lakal hamd”
- Membaca tasbih dalam rukuk sekali
- Membaca tasbih dalam sujud sekali
- Doa di antara dua sujud
- Tasyahhud awal
- Duduk untuk tasyahhud awal
Jika salah satu dari hal ini ditinggalkan tanpa sengaja, maka digantikan dengan sujud sahwi.
Amalan-amalan sunnah dalam salat
Ada juga banyak amalan sunnah dalam salat, seperti mengangkat tangan, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, dan berbagai doa yang dianjurkan. Ini tidak membatalkan salat jika ditinggalkan, bahkan dengan sengaja, tetapi menyempurnakan dan memperindah salat.
Mengapa mempelajari rukun salat itu penting
Memahami rukun salat memastikan bahwa seorang muslim melaksanakan salat dengan benar dan tidak secara tidak sengaja membatalkan ibadahnya. Salat adalah amal pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat, sehingga menyempurnakannya adalah wajib bagi setiap mukmin.
Para ulama menekankan bahwa mempelajari tata cara salat yang benar adalah wajib bagi setiap muslim sesuai dengan kemampuannya, karena salat adalah ibadah yang paling sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan Allah lebih mengetahui.
Baca jawaban dalam: English | Arabic | Bangla | Urdu | Hindi | Indonesian | Turkish | French | Spanish | Swahili
Baca juga jawaban-jawaban nomor: 45, 36, 30