Pelajari apa yang harus dibaca oleh seorang muallaf dalam salat, termasuk Takbir, Surah Al-Fatihah, dzikir dasar saat rukuk dan sujud, serta metode yang disederhanakan yang diperbolehkan sampai hafalan sempurna.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya.
Menegakkan salat adalah salah satu kewajiban terbesar dalam Islam, dan seorang muallaf dianjurkan dengan kemudahan dan pembelajaran bertahap. Tujuannya bukanlah kesulitan, melainkan konsistensi dalam beribadah sambil membangun pengetahuan selangkah demi selangkah.
Apa yang harus dibaca oleh seorang muallaf dalam salat?
Seseorang yang baru masuk Islam diwajibkan untuk melaksanakan hal-hal yang esensial dalam salat, meskipun hafalannya terbatas. Islam mengajarkan kemudahan, dan orang yang belajar tidak dibebani di luar kemampuannya.
1. Memulai salat
Salat dimulai dengan mengucapkan:
اللّٰهُ أَكْبَرُ
Allāhu Akbar
Artinya: Allah (Tuhan) Maha Besar.
Ini juga diucapkan ketika berpindah di antara setiap posisi dalam salat.
2. Bacaan yang disederhanakan untuk muallaf
Yang diwajibkan untuk sementara adalah mengucapkan takbir dasar dan dzikir di setiap posisi salat. Orang yang belajar dapat mengucapkan:
“Di awal salat dan di antara setiap perpindahan posisi, ucapkan ‘Allahu akbar’. Saat berdiri, rukuk, sujud, dan duduk, ucapkan:
‘Subhaan Allah wal-hamdu lillaah wa-laa ilaaha illAllahu wAllahu akbar’
(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Agung dan Maha Besar.)
Kemudian akhiri salat dengan menolehkan kepala ke kanan lalu ke kiri, setiap kali mengucapkan ‘as-salaamu alaikum’.”
Metode sederhana yang diperbolehkan bagi pemula (sebagaimana dijelaskan oleh para ulama)
Metode ini berlaku bagi seseorang yang belum menghafal dzikir-dzikir terperinci dalam salat dan memungkinkannya untuk salat dengan benar sambil belajar secara bertahap.
3. Surah Al-Fatihah
Jika memungkinkan, bacaan yang paling penting adalah Surah Al-Fatihah, yang merupakan rukun salat.
“Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
Tidak ada salat bagi orang yang tidak membaca Pembukaan Kitab (Al-Fatihah).”
Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim
Mempelajarinya harus menjadi prioritas setelah membangun struktur dasar salat.
4. Dzikir dalam Rukuk dan Sujud
Saat rukuk, ucapkan:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Subḥāna Rabbiyal-ʿAẓīm
Artinya: Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Agung.
Saat sujud, ucapkan:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Subḥāna Rabbiyal-Aʿlā
Artinya: “Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi.”
5. Di antara dua sujud
رَبِّ اغْفِرْ لِي
Rabbighfir lī
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku.”
Prinsip penting
Islam menganjurkan pembelajaran bertahap. Seorang muallaf tidak diwajibkan untuk menguasai segalanya secara instan. Yang terpenting adalah keikhlasan, konsistensi, dan peningkatan yang stabil dalam beribadah.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Permudahlah dan janganlah mempersulit.”
Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim
Kesimpulan
Seorang muallaf hendaknya memulai dengan Takbir dan struktur salat yang sederhana, kemudian secara bertahap mempelajari Surah Al-Fatihah dan dzikir-dzikir lengkap dalam salat. Yang paling penting adalah menegakkan salat dengan ikhlas dan meningkatkannya selangkah demi selangkah.
Dan Allah lebih mengetahui.
Baca jawaban dalam: English | Arabic | Bangla | Urdu | Hindi | Indonesian | Turkish | French | Spanish | Swahili