Pelajari apa yang terjadi setelah kematian di alam kubur menurut Al-Qur'an, Hadits shahih, dan keyakinan Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah, termasuk pertanyaan, siksa, dan nikmat al-Barzakh.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan-Nya.
Keyakinan tentang apa yang terjadi setelah kematian merupakan bagian dari inti akidah Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah. Setelah seseorang meninggal, ia memasuki tahap yang disebut Al-Barzakh, yaitu pembatas antara kehidupan dunia ini dan Hari Kebangkitan.
Allah ﷻ berfirman:
1. Apakah orang mati mendengar suara orang hidup?
Prinsip umum dalam Al-Qur'an adalah bahwa orang mati tidak mendengar pembicaraan orang yang hidup dengan cara normal yang dapat memberi manfaat atau menjawab mereka.
Namun, ada kasus-kasus terbatas dan khusus yang disebutkan dalam Sunnah (seperti penduduk Badar) yang merupakan pengecualian atas kehendak Allah dan tidak menetapkan kaidah umum.
2. Pertanyaan di alam kubur
Setelah dikuburkan, mayat ditanya oleh dua malaikat yang bernama Munkar dan Nakir. Ia ditanya tentang Tuhannya, agamanya, dan nabinya ﷺ. Orang mukmin akan teguh, sedangkan orang kafir akan bingung dan disiksa.
3. Siksa dan nikmat di alam kubur
Keyakinan Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah adalah bahwa kubur itu baik taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka, tergantung pada amal perbuatannya.
Allah ﷻ menyebutkan siksa kaum Fir‘aun dalam kehidupan antara:
Ayat ini merupakan salah satu bukti paling jelas tentang siksa kubur (siksa barzakh), sebagaimana dijelaskan oleh para ulama tafsir seperti Ibnu Katsir.
4. Apakah siksa kubur itu nyata?
Ya. Para ulama Ahlus-Sunnah sepakat bahwa siksa dan pahala di alam kubur adalah nyata dan wajib diimani. Itu merupakan bagian dari hal gaib yang telah Allah kabarkan kepada kita.
Ibnu Taimiyah (رحمه الله) berkata:
Demikian pula, Ibnu al-Qayyim (رحمه الله) menegaskan bahwa jiwa berada dalam kenikmatan atau siksa di al-Barzakh, terkadang terhubung dengan raga dengan cara yang hanya diketahui oleh Allah.
5. Hubungan antara jiwa dan raga di alam kubur
Keyakinan yang benar adalah bahwa baik jiwa maupun raga terpengaruh. Jiwa mengalami pahala atau siksa, dan raga juga terpengaruh dengan cara yang sesuai dengan alam gaib, meskipun kita tidak merasakannya.
Para ulama mengibaratkan ini seperti tidur, di mana seseorang mungkin merasakan sakit atau nikmat dalam mimpi sementara orang-orang di sekitarnya tidak merasakan apa pun.
6. Kesimpulan
Setelah kematian, setiap manusia memasuki kehidupan al-Barzakh. Ia akan ditanya di dalam kuburnya, dan ia akan merasakan kenyamanan dan kenikmatan atau siksa dan kesengsaraan sesuai dengan amalnya. Ini adalah bagian dari hal gaib yang wajib diimani sebagaimana telah diriwayatkan secara shahih dari Al-Qur'an dan Sunnah.
Seorang mukmin hendaknya mempersiapkan tahap ini dengan memperkuat tauhid, mengerjakan amal saleh, dan memohon perlindungan dari siksa kubur.
Dan Allah lebih mengetahui.
Baca jawaban dalam: English | Arabic | Bangla | Urdu | Hindi | Indonesian | Turkish | French | Spanish | Swahili